What is a JSON feed? Learn more

JSON Feed Viewer

Browse through the showcased feeds, or enter a feed URL below.

Now supporting RSS and Atom feeds thanks to Andrew Chilton's feed2json.org service

CURRENT FEED

Kabar Bima

Kabar Bima adalah media online yang menyajikan berita daerah Kota Bima dan Kabupaten Bima NTB. Kritis, Eksklusif, dan Sensasional

A feed by KABAR BIMA

XML


Kajati NTB Dampingi Gubernur Kunker di Bima

Permalink - Posted on 2020-06-04 13:14

Bima,  KB. - Kamis (04/06/2020) Kajati NTB bapak Nanang Sigit Yulianto SH MH, hadir di Bima mendampingi Gubernur NTB dr. Zulkiflimansyah yang melaksanakan Kunjungan Kerja (kunker) di Wilayah Bima. Selain Kajati,  Gubernur juga didampingi oleh Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Kunjungan kerja Gubernur NTB bersama unsur Forkopimda tersebut dalam rangka  memantau situasi wilayah di Kota Bima dan Kab Bima pada massa penyebaran Covid19 serta pemberian bantuan atau santunan kepada Anak Yatim dan warga Miskin yang terkena dampak Penyebaran Covid19 di wilayah Bima.

Rombongan Gubernur NTB tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima sekitar pukul 09.30 wib dan dijemput oleh Forkopimda Kota dan Kabupaten Bima.

Selanjutnya sekitar Pukul 09.40 Wita Rombongan Gubernur NTB menuju Mapolres Bima Kota mengikuti Apel gabungan TNI Polri.

Pada saat itu,  Gubernur menyampaikan bahwa saat ini, Alhamdulillah Kota Bima akan menerapkan New Normal. " Kami kompak untuk amankan NTB ini dalam penanganan Covid19. Alhamdulillah Kota Bima Sudah bisa menerapkan New Normal. Semoga kekompakan ini bisa kita jaga,"ujar Gubernur. 

Sementara Kapolda NTB menyampaikan harapan dan dukungan dari semua pihak agar bisa saling menguatkan dalam menjalankan tugas masing-masing. "Mari kita mengayomi masyarakat dan memecahkan masalah di dalam masyarakat dengan persuasif,"harapnya. 

Danrem 162 / WB juga memaparkan bahwa  kehadiran rombongan di Bima juga untuk bersilaturahmi serta mendukung dan memberikan semangat kepada TNI Polri serta masyarakat Bima untuk pencegahan Covid19.

"Kota Bima terbaik dalam penanganan Covid19 dan akan diprioritaskan akan dilakukan New Normal. TNI dan Polri harus solid dalam membantu rakyat dan jangan coba - coba menakuti dan menyakiti hati rakyat,"tegasnya mengingatkan. 

Kajati NTB saat itu menyampaikan rasa syukur  atas nikmat Allah sehingga kita bisa bertahan menghadapi wabah Covid19.

"Mari kita semangat dalam penanggulangan Covid19. Kota Bima akan dijadikan percontohan dalam penerapan New Normal,"sebutnya. 

Kegiatan selanjutnya penyerahan tali asih berupa APD dan alat Olahraga oleh perwakilan dari TNI Polri. Kemudian rombongan menuju Panti Asuhan Nurul Mubin melakukan penyerahan bantuan Tali asih.

Pukul 10.40 Wita rombongan meninggalkan Panti Asuhan Nurul Mubin selanjutnya menuju Mapolres Bima untuk memberikan pengarahan kepada anggota Polres Bima dan pemberian Sembako kepada perwakilan TNI Polri.

Setelah meninggalkan Mapolres Bima, rombongan selanjutnya menuju Kantor Bupati Bima untuk melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimda Kabupaten  Bima.

Pada kesempatan itu,  Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan bahwa saat ini situasi di wilayah Kabupaten Bima terpantau aman dan kondusif. 

" Saat ini Kab Bima ada 21 kasus positif dan sisa 3 orang yang masih dirawat di RSUD Bima. Kami siap menerapkan New Normal. Kami juga akan menghadapi Pilkada Kabupaten Bima dan kami siap untuk melewati tahapan Pilkada. Kami perlu dukungan dari semua elemen untuk membangun daerah Bima,"harapnya. 

Gubernur NTB menambahkan, bahwa Kita tidak boleh lengah namun perlu kita waspadai penyebaran Covid19.

"New Normal ini bukan berarti kita bisa beruforia, jangan sampai muncul Cluster baru sehingga kita berjuang dari awal lagi. Tenaga kesehatan kita sudah banyak yang terpapar akibat dampak Covid19 ini, sehingga kami datang kesini untuk memberikan semangat kepada rekan semua untuk berjuang melawan Covid19,"katanya. 

"Kita termasuk Provinsi yang memiliki kelengkapan alat penanganan Covid19. Melonjaknya angka Positif Covid19 di NTB karena banyaknya warga yang kita periksa,"tambahnya.  

Dampak Covid19 ini kita rasakan semua, namun kita harus kuatkan social security.

Sekitar Pukul 12.32 Wita kegiatan kunjungan kerja Gubernur NTB beserta Kapolda NTB, Danrem 162/WB dan Ka Kejati NTB di wilayah Bima selesai dengan aman dan tertib selanjutnya rombongan menuju Kabupaten Dompu. (KB-01)


Kejaksaan Negeri Bima Optimis Raih Penghargaan WBK

Permalink - Posted on 2020-06-03 09:20

Bima, KB.- Kejaksaan Negeri Bima telah mencanangkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), sesuai Permen PAN RB 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK, WBBM, dan Permen PAN RB 10 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permen PAN RB 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. 

Sebelumnya, sebanyak 13 satuan kerja di lingkungan Kejaksaan RI berhasil meraih penghargaan WBK dan WBBM dari Kemenpan RB. Kejaksaan Negeri Bima pun tak mau ketinggalan. Dengan semangat Kepala Kejaksaan Negeri Bima yang baru, bertekat meraih penghargaan dari Kemenpan RB itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Bima, Suroto, SH MH kepada wartawan kabarbima.com menjelaskan,  bahwa tadi pagi sampai sore, Kejaksaan Negeri Bima, kedatangan tim penilai internal dari kejaksaan agung yang melakukan penilaian. "Setelah penilaian dari tim internal ini, jika lolos akan dilakukan penilaian lanjutan oleh tim di Kemenpan RB,"ujarnya, 

Kajari Bima sangat optimis bisa lolos ke tahapan selanjutnya dan meraih penghargaan itu setelah melaksanakan 6 poin perubahan. "Menuju WBK dan WBBM kita sudah melakukan menejemen perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik," jelas Suroto. 

Dari enam perubahan tersebut intinya pencegahan tindak pidana korupsi lanjutnya, dalam pelayanan masyarakat tidak ada lagi pungutan yang tidak resmi atau pungli, kolusi nepotime serta mewujudkan birokrasi bersih, efektif, efisien, transparan dan akuntabel. 

"Kita merubah kualitas pelayanan publik dengan menyiapkan fasilitas yang nyaman bagi masyatakat yang membutukan jasa kami melalui Peyanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), masyarakat datang ke jaksaan tidak lagi bingung karena ruang informasi publik. Kita juga menerima laporan sistim elektronik melalui website kami," ungkapnya. 

Semua dapat terwujud ketika ada komitemen dan perilaku pegawai Kejaksaan Negeri Bima yang memiliki integritas tinggi, produktivitas tinggi, bertanggung jawab dan mampu memberikan pelayanan prima bagi masyarakat," tuturnya. (KB-01)


Tanggap Darurat Covid 19, Dandim 1608/Bima Tinjau Pasar Raya Amahami

Permalink - Posted on 2020-06-02 11:32

Kota Bima, KB.- Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, bersama rombongan lakukan penataan dan penertiban pasar raya Amahami. Yakni, agar pelaku pasar setempat mengatur jarak lapak sesuai protokol covid-19, Selasa (02/06/2020).

Dalam arahannya, ia mengimbau kepada pemerintah daerah agar segera melakukan penimbunan. Selain itu, dibuatkan talud di sepanjang pinggir laut.

"Hal ini agar tidak terjadi genangan air," kutipnya.

Dikatakannya, agar menata dengan baik tempat penjualan. Tujuannya supaya tidak terjadi penumpukan para pengunjung atau pembeli.

"Setelah semua lapak selesai baru para pelaku pasar akan di tempatkan sesuai yang telah ditentukan," terangnya.

Untuk diketahui, setelah pasar raya Amahami, Dandim 1608/Bima di dampingi rombongan melakukan peninjauan lokasi terob yang di pasang oleh petugas agar sesuai protokol covid-19. Yakni, mengecek sempanjang pinggir laut yang menjadi tempat pembuatan tanggul sehingga air laut pasang tidak masuk ke areal tempat di dirikan terob. (KB-07)


Kuasa Hukum Sekdes Lakukan Proses Pra Peradilan

Permalink - Posted on 2020-05-30 14:06

Bima, KB.- Keberatan dengan kebijakan kades yang dinilai sepihak, PH Sekretaris Desa Lewintana, Ardiansyah, Spd, mengambil langkah Pra Peradilan. Tindakan itu merupakan langkah berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Salah satu kuasa hukumnya, Herman Abbas, SH, mengatakan, SK pemberhentian yang dikeluarkan terhadap kliennya tersebut, ia menilainya cacat hukum. Sebab menurutnya, kebijakan kades setempat terlihat otoriter dengan mengambil keputusan sepihak.

"Akan kami uji kebenaran unsur formil dan materilnya atas perbuatan hukum yang dilakukan kades itu," ujarnya, Sabtu (30/05/2020).

Lanjutnya, dirinya menduga perbuatan hukum yang dilakukan kades dimaksud, sangat merugikan hak-hak hukum kliennya. Karen itu, bersama dengan ke tiga temannya, ia akan tetap melanjutkan langkah proses tersebut.

"Hak-hak hukum klien kami sangat dirugikan atas perbuatan hukum kades," sebutnya.

Selain itu, Apryadin, SH, yang juga merupakan kuasa hukumnya mengungkapkan hal serupa. Yakni, keberatan dengan tindakan kades yang dinilai sepihak tersebut.

"Kita menilai kebijakan itu sepihak adanya dan akan kita uji di PTUN" katanya. 

Dikatakannya, pemberhentian dan pengangkatan perangkat Desa mestinya syarat hukum. Yakni mengacu pada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hal dimaksud.

"UU desa No 6/2014, PP No 43/2014 tentang pemerintahan daerah, Permendagri No 67/2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa atas perubahan Permendagri 83/2014," bebernya. 

Tidak hanya itu, syarat hukumnya pun terdapat dalam peraturan pemerintah daerah. Dalam hal itu, mengacu pada Perda Kabupaten Bima.

"Dalam Perda salah satu syaratnya, 
adanya rekomendasi dari camat dan putusan hukum tetap dari pengadilan terkait sekurang-kurangnya 2 tahun," jelasnya.

Sementara itu, menurutnya modus operandi yang dimainkan kades dimaksud, yakni mencoba menggiring kliennya ke perbuatan melawan hukum. Dengan cara melakukan pengaduan ke pihak polisi, bahwa kliennya telah melakukan dugaan tindak pidana terhadap kades.

"Dugaan pengancaman dan penghinaan," singkatnya.

Dilanjutkannya, walau kata dia, kliennya pun merupakan korban dari perbuatan kriminal yang dilakukan kades. Yakni, menabrak kliennya dengan sepeda motor.

"Kades itu dengan sengaja menabrak klien kami dengan motor yang digunakannya saat itu," tutupnya. (KB-07)


Soal Pemecatan Sekdes, Camat Soromandi Telah Mengeluarkan Rekomendasi, Walau Tidak Utuh

Permalink - Posted on 2020-05-29 15:38

Bima, KB.- Polemik pemberhentian Sekdes Lewintana, Ardiansyah, S.Pd, masih menjadi perhatian publik sekarang ini. Baik di sosial media atau pun di kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Hidayat Nurdin.
Pasalnya SK pemberhentian yang dikeluarkan Kepala Desa, Hidayat Nurdin, diduga tidak sarat hukum. Namun, ia mengaku surat rekomendasi camat setempat telah dikeluarkan melalui surat tanggapan camat.

"Tidak mungkin seorang magister hukum itu mengeluarkan rekomendasi 'yang jelas' walau tanggapan itu adalah rekomendasi camat," ujarnya, Jumat (29/05/2020).

Dijelaskannya, dasar hukum yang menjadi dasar kebijakan pemberhentian tersebut terletak pada UU no 6 Tahun 2014. Selain itu, UU no 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara negara.

"Pasal 51 UU no 6 Tahun 2014," sebutnya.

Lanjutnya, SK tersebut diperkuat juga dengan PP 76 Tahun 2005 dan perubahan atas peraturan perundang-undangan PP no 43 Tahun 2012. Kemudian ditambah dengan Permendagri no 11 Tahun 2014.

"Semua akan merujuk pada pasal 51 UU no 6 Tahun 2014 terkait pelanggarannya," kutipnya.

Kemudian kesepakatan antara lembaga yang berada di desa setempat juga menjadi pijakannya. Baik organisasi tingkat kepemudaan, struktur desa yang ada, hingga orang keperempuanan.

"Kesepakatan antar lembaga-lembaga yang ada di desa, terutama BPD, Lpmdes, Rt/Rw, Toma, Toga, Tokoh pemuda dan perempuan, dan perangkat Desa seluruhnya. Itu juga bagian dari dasar hukum kami juga," bebernya.

Kata dia sebelumnya, Sekdes dimaksud telah dikeluarkan Surat Peringatan (SP) pertama dan kedua kalinya. Namun, selama masa pembinaan struktur desa tersebut tidak ada perubahan terlihat.

"SP1 dikeluarkan pada bulan Maret, selang 4 bulan kemudian dikeluarkan SP2 untuk sekdes itu, setelah itu kita ambil kebijakan pemberhentian itu," gambarnya.

Beberapa kali yang bersangkutan dikeluarkan surat permohonan pembinaan terhadapnya. Namun, pihak terkait tidak serius menanggapi permohonan itu.

"Mulai dari camat hingga pemerintah daerah tidak ada keseriusan dalam membina Sekdes ini, makanya tidak perubahan," tudingnya.

Dikatakannya lagi, dirinya dengan tegas membantah pernyataan camat yang dikabarkan tidak mengeluarkan rekomendasi atas kebijakan pemberhentian itu. Sebab menurutnya, isi tanggapan melalui surat resmi itu dengan tegas menginstruksikan kewenangannya sebagai pimpinan wilayah desa setempat.

"Saya bantah pernyataan camat itu," tegasnya.

Apabila sekdes dimaksud melakukan tindakan banding hingga proses ke PTUN pun tidak menjadi soal baginya. Sebab menurutnya, keputusan itu sudah memenuhi unsur kebijakan yang ada.

"Jika di PTUN kan, itu gak apa-apa, kita siap! kesana saja, ngapain berkoar-koar di sosial media, wong sebentar lagi hukuman diatas 5 tahun itu ancamannya," ketusnya.

Dirinya pun sangat welcome dengan proses gugatan yang dimaksud. Sebab, ia merasa bukan individunya yang digugat melainkan pejabat publik, dalam hal ini kepala desanya.

"Saya lebih senang jika digugat, karena kita dibiayai sama negara pak kalau kita digugat. Karena yang digugat bukan saya tapi pimpinan wilayah di desa," pungkasnya. (KB-07)


Pemberhentian Sekdes Lewintana Tanpa Rekomendasi Camat

Permalink - Posted on 2020-05-28 17:08

Bima, KB.- Pemberhentian Sekretaris Desa Lewintana, Ardiansyah, S.Pd, diduga cacat hukum, walau secara UU Kades memiliki kewenangan atas hal itu.  Pasalnya, SK yang dikeluarkan kepala desa setempat tanpa ada rekomendasi Camat Soromandi.

Camat Soromandi, Zulkifli, SH, MH, mengungkapkan, berkali-kali kades menemuinya, meminta untuk mengeluarkan rekomendasi pemberhentian Sekdes dimaksud. Namun, sebagai Magister Hukum ia tak ingin terkecoh dalam mengambil tindakan.

"Saya tidak mengeluarkan rekomendasi pemberhentian," kata Zulkifli, saat dijumpai di Serasuba, Kamis (28/05/2020).

Dijelaskannya, SK pemberhentian tersebut dikeluarkan tanpa rekomendasi camat. Sebab, dirinya hanya mengeluarkan surat tanggapan sebagai Camat Soromandi.

"Saya hanya mengeluarkan surat tanggapan saya sebagai camat saja, bukan rekomendasi pemberhentian," terangnya.

Dikatakannya, ia sempat mengarahkan proses penyelesaian diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, jika cara itu tidak dapat ditempuh, maka akan dicarikan upaya lain.

"Apabila cara kekeluargaan tidak bisa, kita upayakan cara lain, bukan berarti saya merestui atau merekomendasikan pemberhentian," gambarnya.

Menurutnya, SK pemberhentian itu dapat diajukan proses ke PTUN untuk melakukan banding administrasi.

"Itu bisa digugat di PTUN," tutupnya. (KB-07)


Bocah Mungil di Tambe Idap Tumor Ganas

Permalink - Posted on 2020-05-27 12:25

Bima, KB.- Muhamad Ikshan warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima menderita penyakit tumor ganas, Sejak satu tahun terakhir. Bocah berusia memasuki dua tahun ini merasakan kesakitan yang amat luar biasa akibat tumor yang terus membesar tersebut sejak usia tiga bulan, Rabu (27/05/2020).

Sekarang ini kondisi mata sebelah kiri dan kanan itu ikhsan kian parah. Bahkan, sakitnya bisa menjalar ke bagian kepala.

“Ketika rasa sakit dibagian kepala ia memegangnya untuk menahan sakit. Disaat  menangis matanya mengeluarkan darah,” ujar sang ibu, Lhina, sembari meneteskan air mata.

Awal mulanya, selaput yang tumbuh pada permukaan bola mata. Namun, hari berganti hari perlahan mulai membengkak di bola matanya hingga mengeluarkan nanah.Tak jarang, sang ibu membersihkan nanah dan darah tersebut.

“Kayak ada nanah gitu, kuning dan memerah disebelah mata hitamnya,” sebutnya.

Bocah malang ini pun hanya bisa menangis dan memukul kepalanya sembari memegang ketika matanya mulai kambuh sakitnya.

Berbagai cara pengobtan dilakukan, hingga Ikhsan pernah dirujuk ke Rumah Sakit Mataram. Namun, rumah sakit dimaksud tak mampu menanganinya dan diarahkan ke Rumah Sakit Surabaya.

Sementara pihak rumah sakit dimaksud hanya memberikan obat tetes mata. Kondisinya hingga kini belum ada perubahan dan masih terlihat bernanah, bahkan mengeluarkan darah.

"Ingin berobat ke Bali, tapi tidak ada biaya. Dia pun hanya bisa terbaring dan menahan sakitnya," tutupnya. (KB-07)


Bulog Pasarkan Gula Harga Miring

Permalink - Posted on 2020-05-21 11:57

Bima, KB.- Menekan lonjakan harga Gula pasir yang di pasaran harga gula  sampai dengan 18.000 /kg.  Bulog Cabang Bima  bersama satgas pangan akan sediakan 50 ton Gula Pasir tahap awal untuk stabilkan harga. 

"Harga jual yang dipatok  oleh Bulog mengacu pada HET yaitu 12.500 / Kg," Ujar Kepala Perum BULOG Cabang Bima Sawaludin Susanto pada Kamis (21/05/2020).

"Masing-masing pembeli akan di batasi pembeliannya yaitu 4 kg per orang untuk antisipasi penimbunan," kata laki-laki yang biasa disapa mas Anto itu.

Program stabilisasi harga  ini dilaksanakan di Bulog seluruh Indonesia termasuk di Bima. Setelah 50 Ton ini akan masuk lagi 100 Ton Gula di Bulog Cabang Bima.

"Harapannya harga gula segera stabil maksimal HET agar konsumen tidak kecewa," sebutnya.

Untuk diketahui, bagi para pengunjung yang datang belanja diwajibkan memakai masker dan tetap mematuhi protokol covid yaitu dengan jaga jarak aman. Pihak setempat juga sudah menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di lokasi pasar murah Gula. (KB-07)


Dandim 1608/Bima Dampingi Walikota Lounching Bantuan JPS Kota Bima

Permalink - Posted on 2020-05-20 09:06

Kota Bima, KB.- Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Inf. Teuku Mustafa Kamal dampingi Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE, dalam peluncuran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kota Bima. Kegiatan itu berlangsung di halaman Kantor Walikota setempat, Rabu (20/05/2020).

Bantuan JPS Kota Bima Setara merupakan program Pemerintah Kota Bima dalam menangani warga masyarakat yang terdampak Covid-19.
Untuk salah satu kriteria penerima manfaat JPS Kota Bima Setara adalah warga masyarakat yang sama sekali tidak mendapatkan bantuan apapun, misalnya BLT, Sembako reguler ataupun JPS NTB Gemilang.

Bantuan JPS Kota Bima Setara akan disalurkan berbentuk paket sembako, yakni beras 10 Kilo, telor 20 Butir, minyak goreng 2 bungkus, gula 2 Kilo, susu kedelai 2 botol serta Abon ikan tuna 2 Bungkus. Peluncuran Program JPS Kota Bima Setara tersebut akan dibagikan sekitar 9296 penerima manfaat yang sudah didata dengan valid.

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Walikota Bima didampingi Wakil Walikota bersama Dandim 1608/Bima. (KB-07)


NTB Siapkan Tempat Rapid Test Mandiri Bagi Pemudik, Biayanya Rp 400 Ribu

Permalink - Posted on 2020-05-17 15:13

Mataram, KB. – Sebanyak 10 rumah sakit dan klinik kesehatan menyediakan layanan rapid test Covid-19 secara mandiri bagi masyarakat yang ingin memperoleh Surat Keterangan Bagi Pelaku Perjalanan yang ingin bepergian ke luar daerah NTB.
Rumah Sakit Kota Mataram sendiri membuka layanan pemeriksaan rapid test secara mandiri bagi masyarakat dari pukul 08.00 s.d 13.00 Wita dengan biaya sebesar Rp 400 ribu untuk sekali test.
“Yang mau rapid test mandiri bisa di RSUD Kota Mataram juga. Mohon maaf untuk rapid test mandiri ini berbayar Rp 400 ribu. Ini untuk memfasilitasi yang mau berangkat, karena syaratnya harus ada surat keterangan rapid test. Langsung menuju tenda hijau untuk daftar dan di-screening setelah itu ke tenda BNPB di halaman rumah sakit,” jelas Dr. Emirald Isfihan MARS, Kabid Pelayanan Medik RSUD Kota Mataram di Mataram, Selasa (12/5).
Sebagaimana dimaklumi, surat keterangan bagi pelaku perjalanan adalah surat keterangan yang menyatakan seseorang memiliki kondisi badan sehat secara umum dan harus disertai dengan bukti screening dengan hasil rapid test non reaktif, atau hasil Swab Covid-19 dinyatakan negatif. Berlaku maksimum tujuh hari sejak diterbitkan.
Sesuai dengan lampiran SK Kepala Dinas Kesehatan NTB Nomor 440/11/Yankes/2020 perihal surat pengantar SOP Surat Keterangan Sehat Bebas Covid-19, ditunjuk sebagai penyedia layanan rapid test secara mandiri adalah Rumah Sakit Siloam, Klinik Anugerah Ibu, dan RSIA Permata Hati dan RS Unram di Kota Mataram.
Selain itu ada Klinik Jepun di Lombok Barat, RS Cahaya Medika di Lombok Tengah, Klinik Perulam di Lombok Timur, Klinik Degera di KSB, RSUD Sumbawa dan Klinik Edi Gunawan di Kabupaten Bima.
Sepuluh rumah sakit dan klinik ini adalah mitra Kantor Kesehatan Pelabuhan sejak diberlakukannya surat keterangan bebas Covid-19 bagi calon penumpang di bandara maupun pelabuhan untuk meneruskan perjalanan sebagai syarat mutlak dari pihak pengelola bandara dan pelabuhan. (KB-03)


Bertambah 11 Positif Covid-19, jadi 300 Kasus di NTB, Kabupaten Sumbawa Mendominasi

Permalink - Posted on 2020-05-17 14:50

Mataram, KB.-Lagi-lagi Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, H. Lalu Gita Ariadi mengungkapkan bahwa pada hari ini Rabu, 6 Mei 2020 telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 163 sampel.

Hasilnya, 146 sampel negatif, 6 sampel positif ulangan, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus baru ini ungkap Gita Ariadi, yaitu pasien nomor 290 inisial IKGH, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Selanjutnya, pasien nomor 291 inisial RS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Kemudian, pasien nomor 292 inisial W, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 224. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Diikuti pasien nomor 293, inisial M, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat konlak erat dengan pasien Covid-19 nomor 224. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Dilanjutkan Gita Ariadi, adapun pasien nomor 294, an. Tn. M, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

Kemudian, pasien nomor 295 inisial DP, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Rhee, Kęcamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.

Pasien nomor 296 inisial TW, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 55. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.

Pasien nomor 297, an, An. J, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Labuan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.

Pasien nomor 298, an. An. MI, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini sedang menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.

Pasien nomor 299, an. An. OPP, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Kalimongo, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini sedang menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.

Pasien nomor 300, an. Tn. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini sedang menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik.

“Untuk hari ini ada penambahan 11 kasus baru. Mereka ini berasal dari lima daerah di NTB. Yaitu Mataram, Lombok Utara dan Dompu masing-masing satu orang. Kemudian Lombok Tengah ada tiga orang. Sedangkan Kabupaten Sumbawa paling mendominasi yaitu ada lima orang yang positif,” ungkap Gita Ariadi, Rabu (6/5/2020).

Untuk itu, seluruh masyarakat dihimbau untuk selalu disiplin dan patuh terhadap protokol pencegahan Covid-19. Dibutuhkan kerja sama dan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan virus corona, terutama untuk melindungi orang-orang terdekat kita serta kelompok masyarakat rentan, yaitu kelompok masyarakat lanjut usia, masyarakat yang memiliki penyakit kormobid dan penyakit kronis serta kelompok bayi dan balita.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” ucap Gita Ariadi.

Sekedar informasi, berdasarkan data update yang dihimpun media ini dari pihak Gugus Tugas Covid-19 NTB, bahwa total sementara hingga hari ini berjumlah 300 kasus. Adapun rinciannya, yaitu 237 orang positif dalam perawatan. 58 orang dinyatakan sembuh, dan lima lainnya meninggal dunia (tidak ada penambahan meninggal baru).(TKB-03)


Masih Banyak Warga NTB Tidak Taat Anjuran Pemerintah Soal Pandemi Covid-19

Permalink - Posted on 2020-05-17 14:37

Mataram, KB.-Lagi-lagi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Gita Ariadi mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan pihaknya, masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol pencegahan dan penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19 berdasarkan anjuran Pemerintah. Yakni, antara lainnya seperti menerapkan social/physical distancing (menjaga jarak), menggunakan masker, tetap dirumah dan lain sebagainya.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB meminta sekaligus memohon kepada seluruh masyarakat di daerah, untuk terus menjaga kedisiplinan dan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Covid-19.

“Berdasarkan hasil pantauan, masih banyak masyarakat NTB yang menerapkan protokol Covid-19. Untuk itu, kami minta kepada seluruh masyarakat agar disiplin dan benar-benar mentaati anjuran Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona di NTB,” kata Gita Ariadi di Mataram, Minggu (26/4/2020).

Pasalnya, ia juga menyoroti aktifitas atau kegiatan jual beli di sejumlah pasar tradisional, rumah makan/lesehan, pusat-pusat perbelanjaan serta pedagang asongan disepanjang jalan dalam Bulan Suci Ramadhan, terpantau masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing (Jaga jarak).

“Termasuk juga kerumunan masyarakat terutama anak-anak muda menjelang berbuka puasa, menggunakan sepeda motor tanpa helm dan masker,” jelas Gita Ariadi.

Dengan demikian, Sekda Provinsi NTB meminta kepada Bupati/Walikota agar melakukan pengawasan dan penertiban secara tegas, dengan berpedoman pada Surat Edaran (SE) Gubernur NTB, Nomor: 551/635/DISHUB1 Tanggal 24 April 2020 Tentang Pengendalian Transportasi.

Pasalnya, Surat Edaran Gubernur Nomor: 19/160/Pol-Pol/2020 Tentang Imbauan untuk Menjaga Ketertiban Umum dan Kerentraman Masyarakat Pada Bulan Suci Ramadhan 1441 H Tahun 2020.

“Demi kebaikan bersama mari kita taati dan menerapkan apa yang sudah menjadi anjuran Pemerintah. Ini penting demi kebaikan kita semua dalam memutus penyebaran virus Corona di daerah yang kita cintai bersama ini,” harap Sekda NTB.

Perlu diketahui, jumlah total kasus hingga hari ini mencapai 195 kasus. Itu akibat terjadinya penambahan sebanyak 15 kasus baru dari Dompu, Bima dan Mataram. Dari 195 kasus itu diantaranya, 168 orang positif kini dalam perawatan. Kemudian bertambah 2, sehingga total yang sembuh menjadi 23 orang. Sedangkan 4 lainnya meninggal dunia (tidak ada penambahan jumlah meninggal dunia).

Informasi penting, berdasarkan data yang dihimpun media ini bahwa populasi beresiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) atau Test Cepat. Yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang permah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 47 orang (4,3%) reaktif, dan 1.96 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 451 orang (22.5%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 crang (13.9%) reaktif.

Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium unuk penegakan diagnosa Covid-19. Hingga informasi ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 460 crang dengan perincian 297 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 153 orang (35%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.782 urang, terdiri dari 841 orang (18%) masih dalaIn pemartauan dan 3.941 urang (82%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Ciejala (OTG) yait orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.591 orang, terdiri dari 1.757 orang (68%) masih daları pemantauan dan 834 orang (32%) selesai pemantauan.

Dan untuk Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu crang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 48.436 crang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.199 orang (27%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 35.237 orang (73%).(TIM VISIONER)


Positif Covid-19 di NTB Sisa 139, 219 Sembuh

Permalink - Posted on 2020-05-16 13:23

Mataram, KB.– Pasien covid-19 atau virus sembuh di NTB bertambah 19 orang, Sabtu (16/5). Total sudah 219 orang yang dinyatakan bebas dari virus corona.

Sedangkan pasien positif corona hari ini sebanyak 7 orang. “Dengan adanya tambahan 7 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di NTB sampai hari ini sebanyak 365 orang, dengan perincian 219 orang sudah sembuh, 7 meninggal dunia, serta 139 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya, malam ini.

Pasien sembuh baru sebanyak 19 orang yakni pasien nomor 42, an. Tn. A, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Nipah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 72, an. Tn. M, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah; Pasien nomor 87, an. Tn. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Pasien nomor 153, an. An. F, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram; Pasien nomor 168, an. Ny. M, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.

Pasien nomor 179, an. Tn. LS, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram; Pasien nomor 290, an. Tn. IKGH, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Pasien nomor 291, an. An. RS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah; Pasien nomor 303, an. Tn. FCU, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Pasien nomor 304, an. Tn. DMS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram; Pasien nomor 306, an. Ny. R, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Pasien nomor 314, an. Tn. S, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram; Pasien nomor 316, an. Tn. AR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Pasien nomor 317, an. Ny. AB, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram; Pasien nomor 319, an. Ny. RDA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram; Pasien nomor 320, an. Ny. JA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Pasien nomor 322, an. Tn. RSS, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram; Pasien nomor 323, an. Ny. H, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram; Pasien nomor 324, an. Tn. IWS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

7 Pasien Positif Baru Covid-19
Tim Gugus Tugas Covid-19 NTB mengkonfirmasi juga 7 penambahan pasien positif baru. Yakni pasien nomor 359, an. Ny. H, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 334. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 360, an. Tn. AJ, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 334. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 361, an. An. SD, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 334. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 362, an. Ny. IS, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 211. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik.

Pasien nomor 363, an. An. IR, perempuan, usia 9 tahun 5 bulan, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik.

Pasien nomor 364, an. Ny. S, perempuan, usia 27, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 214. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik.

Pasien nomor 365, an. Tn. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik.

’’Hari ini sebanyak 115 sampel dengan hasil 144 sampel negatif, 4 sampel positif ulangan, dan 7 sampel kasus baru positif Covid-19,’’ terang Lalu Gita Ariadi. (KB-03)


Baharaduta Bima Bagi Sembako Untuk Warga Kole

Permalink - Posted on 2020-05-16 12:02

Bima, KB.- Bulan Ramadhan, orang berlomba-lomba mencari pahala, termasuk Bharaduta Bharaduta Bima (Alumni Dik Tuk Ba Polri Gel II 2003 / Gabungan Polres Bima Kota & Polres Bima ) yang melaksanakan kegiatan bakti sosial di bulan Ramadhan 1441 
H / 2020 M dan peduli Covid 19.

Kegiatan tersebut berlangsung hari Jum'at (15/05/2020), di Desa Kole Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Bharaduta Bima melakukan silaturahim dengan warga Desa Kole Sekaligus memberikan Bantuan berupa bingkisan paket yang berisi sembako dengan tujuan bisa meringankan beban masyarakat pada situasi pandemi virus corona.

"Dalam Kegiatan kali ini, Bharaduta Bima membidik sasaran bantuan yaitu warga yang tidak mampu terutama warga lanjut usia dan mengalami cacat seperti lumpuh, sakit kebutaan dan lainnya berdasar data yang disampaikan oleh Sekdes dan Bhabinkamtibmas Desa Kole yang kebetulan adalah Anggota Bharaduta Bima juga,"Jelas Ketua Bharaduta Bima, Yusuf.

Lanjutnya, Bharaduta Bima juga merasa terharu atas penyambutan penerima bantuan di dalam kondisi Musibah Virus corona ini, dan juga menemukkan banyaknya warga masyarakat Desa Kole yang berusian 105 tahun keatas.

"Bharaduta Bima berniat akan terus melakukan kegiatan seperti ini. Karena kami bahagia masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan,"terangnya.

Bharaduta Bima dalam kesempatan yang sama menitipkan pesan kepada warga untuk tetap menjaga kesehatan dalam menghadap ujian alam ini dan meminta masyarakat untku tetap mematuhi apa yang diarahkan oleh tiem medis guna terhindarnya dari serangan covid 19.

"Bharaduta Bima meminta kepada semua pihak untuk sama-sama berpartisipasi membantu meringankan beban masyarakat dikala menghadapi virus corona, apalagi pada bulan suci ini,"tutupnya. (KB-01)


Alhamdulillah, 200 Sudah Sembuh, 158 Masih Positif Covid-19 di NTB

Permalink - Posted on 2020-05-15 14:59

Mataram, KB. – Trend pasien covid-19 sembuh di NTB meningkat. Hingga Jumat (15/5), pasien sembuh sudah mencapai 200 orang. Sedangkan pasien masih positif covid-19 158 orang.
Hari ini, ada penambahan 17 pasien sembuh. Sementara positif baru hanya 2 orang. ’’Telah diperiksa 113 sampel dengan hasil 106 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 2 sampel kasus baru positif Covid-19,’’ kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya.
Kasus baru positif yaitu pasien nomor 357, an. Ny. NM, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 358, an. Ny. S, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.
Penambahan 17 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu pasien nomor 45, an. Nn. YRS, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram; Pasien nomor 56, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
Pasien nomor 160, an. Tn. Y, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram; Pasien nomor 255, an. Ny. M, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat; Pasien nomor 259, an. Tn. MS, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Krama Jaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Pasien nomor 260, an. Tn. S, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Krama Jaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat; Pasien nomor 261, an. Ny. IN, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat; Pasien nomor 269, an. An. RRA, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
Pasien nomor 270 ,an. Ny. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram; Pasien nomor 274, an. Ny. M, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram; Pasien nomor 276, an. Ny. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
Pasien nomor 278, an. Ny. RK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram; Pasien nomor 282, an. Tn. MS, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram; Pasien nomor 341, an. Tn. IPY, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Baru, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
Pasien nomor 342, an. Ny. UI, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;Pasien nomor 343, an. Ny. EA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram; Pasien nomor 344, an. Ny. DP, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
’’Dengan adanya tambahan 2 kasus baru terkonfirmasi positif, 17 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 358 orang, dengan perincian 200 orang sudah sembuh, 7 meninggal dunia, serta 158 orang masih positif dan dalam keadaan baik,’’ tandasnya. (KB-03)


Bima 2 Positif Covid-19: Satu dari Desa Sai, Satu dari Desa Sanolo

Permalink - Posted on 2020-05-14 15:09

Mataram, KB. Gugus tugas penanganan covid-19 NTB mengonfirmasi penambahan pasien positif baru. Kamis (14/5), ada 6 orang pasien positif baru.
Dari 6 orang pasien positif baru itu, dua orang berasal dari Bima. Yakni warga Desa Sai, Kecamatan Soromandi dan Desa Sanolo, Kecamatan Bolo. Sedangkan 4 orang lainnya masing-masing 2 orang dari Lombok Timur dan Mataram.
’’Telah diperiksa sebanyak 233 sampel dengan hasil 211 sampel negatif, 16 sampel positif ulangan, dan 6 sampel kasus baru positif Covid-19,’’ kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya.
Dua pasien asal Bima, yakni pasien nomor 355 berinisial U, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Tangerang Banten. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik;
Pasien nomor 356 inisial MEE, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Ponorogo Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
Sedangkan 4 pasien lain, pasien nomor 351, an. Tn. AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 218. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
Pasien nomor 352, an. Ny. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 156. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
Pasien nomor 353, an. Ny. F, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 312. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 354, an. Ny. A, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 309. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.
’’Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,’’ terangnya. (KB-03)


Kamis 14 Mei, 33 Pasien Covid-19 Sembuh, 23 Orang dari Dompu

Permalink - Posted on 2020-05-14 15:05

Mataram, KB.- Pasien covid-19 atau virus corona sembuh terus meningkat di NTB. Kamis (14/5), ada tambahan 33 orang yang bebas dari virus corona. Dari jumlah itu, sebanyak 23 orang dari Kabupaten Dompu.
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB Lalu Gita Aria
’’Hari ini terdapat penambahan 33 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif,’’ kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya.
Sebanyak 23 pasien sembuh dari Dompu, rinciannya pasien nomor 121, an. Tn. JH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 122, an. Tn. AH, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 124, an. Tn. K, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 125, an. Tn. S, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 127, an. Tn. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 128, an. Tn. S, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 130, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 131, an. Tn. M, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Kapasi Meci, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 135, an. Tn. A, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 136, an. Tn. AS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 137, an. Tn. L, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 138, an. Tn. R, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 140, an. Tn. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 141, an. Tn. KJ, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 142, an. Tn. F, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 183, an. Tn. I, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 184, an. Tn. R, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 185, an. Tn. J, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 186, an. Tn. W, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 187, an. Tn. J, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 188, an. Tn. RH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 189, an. Tn. MSR, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu; Pasien nomor 190, an. Tn. APR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Doromelo, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
Pasien sembuh dari Mataram yakni pasien nomor 44, an. Ny. R, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram; Pasien nomor 285, an. An. MRM, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram; Pasien nomor 283, an. An. MYK, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
Pasien sembuh dari Lombok Timur, yakni pasien nomor 215, an. Tn. AA, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur; Pasien nomor 218, an. Ny. E, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur; Pasien nomor 310, an. Tn. M, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 311, an. Ny. T, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur; Pasien nomor 339, an. An. RH, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.
Sisanya pasien nomor 154, an .Tn. M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat; dan pasien nomor 178, an. Tn.S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
’’Dengan adanya tambahan 6 kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 356 orang, dengan perincian 183 orang sudah sembuh, 7 meninggal dunia, serta 166 orang masih positif dan dalam keadaan baik,’’ tambahnya. (KB-03)


Peduli Covid-19, DPP PKB Bagi Sembako, Termasuk di Bima

Permalink - Posted on 2020-05-14 07:37

Bima, KB.- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Meluncurkan Program Peduli Covid 19. Program tersebut diimplementasikan dalam bentuk pendistribusian Sembako sebagai Penanganan Jangka Pendek bagi Masyarakat terdampak Pandemi Covid-19. Pembagian Sembako tersebut dilakukan diseluruh Indonesia, termasuk di Bima.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bima, Drs. H. Mustahid H.Kako
saat meyerahkan bantuan sembako kepada salah seorang warga terdampak Covid 19. 
Menurur Ketum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, bahwa pembagian sembako dilakukan secara serentak seluruh Indonesia, sejak tanggal 1 hingga 14 Mei 2020. Itu dalam upaya memutus menyebarnya Covid-19. Pemerintah pusat dan daerah telah menerbitkan berbagai kebijakan yang salah satunya adalah penerapan pembatasan interaksi sosial antar warga masyarakat (social distancing dan physical distancing). "Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia," kata Muhaimin.

Penerapan dari kebijakan social distancing dan physical distancing tersebut, karena harus dilaksanakan dalam waktu yang panjang, telah menimbulkan efek berantai di bidang ekonomi masyarakat yang selama ini mengandalkan perputaran ekonominya dari pertemuan fisik dan interaksi langsung antar masyarakat seperti pedagang pasar, UMKM, transportasi public dan sebagainya.

"Selain segmen di atas, penerapan social dan physical distancing juga berpengaruh pada
karyawan-karyawan pabrik atau perusahaan yang terpaksa merumahkan dan/atau mem
PHK karyawannya karena sepinya aktifitas perusahaan," ujarnya.

Dikatakannya, antisipasi yang dilakukan pemerintah, melalui dana BPJS Ketenagakerjaan, Kartu Pra
Kerja dan lain-lain belum dapat menjangkau ke seluruhan masyarakat yang terdampak
terutama masyarakat ekonomi bawah berpenghasilan lepas harian.

Terkait pandemic Covid 19 itu, PKB hadir dan turut berpartisipasi menanggulangi ekonomi masyarakat yang terdampak kebijakan penanganan pandemic Covid-19 yang belum dapat tercover oleh program pemerintah. "PKB setiap tingkatan wajib hadir menyelesaikannya, "harapnya. 

Mengatasi kerawanan sosial yang mungkin akan timbul karena dampak ekonomi dari
penerepan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. "Dengan target terpenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa makanan dan lauk pauk, "pinta Wakil Ketua DPR RI itu.

Menurut ponakan mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini,  Masyarakat dapat lebih tenang dalam memasuki bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2020 apabila penerapan kebijakan waspada Covid-19 masih berlangsung. "Dengan sasaran masyarakat terdampak kebijakan penanggulangan Covid-19 dengan mengutamakan Basis Konstituen PKB, Korban PHK, Guru Ngaji, Guru Madin, dan Kiai Kampung," tambahnya.

Ketua DPC Bima Drs. H Mustahid H Kako, MM, menyatakan, Pendistribusian bantuan FPP tersebut,  dilakukan berjenjang melalui DPP kepada DPW.  "Untuk selanjutnya
didistribusikan oleh kami DPC Bima yang bekerjasama dengan DPAC dan DPRT di daerah ini langsung kepada masyarakat," katanya.

Berdasarkan  petunjuk tehnis, Setiap paket berisi kebutuhan pokok dasar masyarakat sehari-hari berupa : Beras 10 Kg, Gula 2 Kg, dan Minyak Goreng 2 Kg. "Pendistribusiannya langsung kepada masyarakat dilaksanakan serentak sesuai jadwal,  sejak awal Mei 2020), dalam bulan Ramadhan ini, "jelasnya. 

Paket Sembako dari DPP PKB sudah berbentuk kemasan paket berikut labelnya. DPW dan
DPC tidak dibenarkan untuk mengubah isi dan bentuk paket. Bila ada Paket Sembako tambahan dari DPW dan DPC dapat didistribusikan pada waktu bersamaan dengan ketentuan ditempatkan pada kemasan yang terpisah dari paket Sembako DPP PKB.

Pendistribusian paket sembako dari DPW kepada DPC, dilakukan sesuai kesepakatan dengan
mempertimbangkan efektifitas dan ketepatan waktu. Penerima paket sembako harus tepat sasaran, yaitu masyarakat yang secara ekonomi terdampak secara langsung maupun tidak langsung dari penanganan Covid-19 dan diutamakan Konstituen PKB, Korban PHK, Guru Ngaji, Guru Madin, dan Kiai Kampung. 

Pelaksanaan distribusi paket Sembako kepada masyarakat wajib menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh DPP PKB.  Kegiatan pendistribusian langsung dikoordinir oleh DPC  kepada masyarakat . "Kegiatan ini jangan dilihat dari jumlah dan atau nilai barangnya, tetapi nilai kepedulian, perhatian, bahwa PKB ikut berperan dalam mengatasi kesenjangan ditengah kovid 19 ini, "harapnya. (KB-01)


Dagang Sabu di Bulan Puasa, Pria Asal Kota Bima Ditangkap Polisi

Permalink - Posted on 2020-05-13 15:27

Kota Bima, KB.- Tim gabuangan Satuan Narkoba dan Reskrim Polres Bima Kota berhasil menangkap bandar narkotika jenis sabu, AR alias Rian (29). Ia ditangkapdi rumahnya di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima sekitar pukul 00.30 Wita.

Petugas gabungan juga berhasil menangkap 3 orang yang sedang pesta sabu. Masing-masing, HE (31) warga Desa Tente, Kabupaten Bima; TA (20) warga Kelurahan Tanjung, Kota Bima; dan IS warga Kelurahan Tanjung, Kota Bima. 

Tim gabungan dalam penggerebekan itu mengamankan sabu seberat 46,86 gram, satu buah timbangan, 4 bungkus plastik klip, 2 buah gunting, 4 HP, 2 bong, ATM dan sendok pipet.

Kasat Narkoba Iptu Ramlin mengatakan penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa di rumah AR alias Rian sering pesta transaksi jual beli sabu. 

''Setelah mendapatkan informasi tersebut, sekitar pukul 00.05 Wita, tim bergerak ke lokasi dan melakukan penggrebekan. Tim mendobrak pintu di rumah pelaku dan berhasil mengamankan pelaku,'' katanya.

Dalam penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat ditemukan barang bukti sabu dan lainnya. ''Tim juga melakukan penggeledahan di rumah kedua dan berhasil mengamankan 3 orang yang sedang berpesta sabu. Para pelaku dan barang bukti dibawa ke polres untuk proses lebih lanjut,’’ terangnya. (KB-01)


Tambah 24 Pasien Covid-19 Sembuh di NTB, 9 Positif Baru

Permalink - Posted on 2020-05-13 15:11

Mataram, KB.– Pasien covid-19 yang sembuh di NTB terus meningkat. Rabu malam (13/5), pasien sembuh sebanyak 24 orang. Total pasien sembuh di NTB sudah mencapai 150 orang.

Selain pasien sembuh, hari ini juga ada penambahan 6 pasien positif baru covid-19. ’’Hari ini telah diperiksa 166 sampel dengan hasil 151 sampel negatif, 9 sampel positif ulangan dan 6,’’ kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya.
Dengan adanya tambahan 6 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 350 orang. ’’Perinciannya 150 orang sudah sembuh, 7 meninggal dunia, serta 193 orang masih positif dan dalam keadaan baik,’’ sebutnya.
Tambahan pasien sembuh sebanyak 24 orang, yaitu pasien nomor 82, an. Tn. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima; Pasien nomor 226, an. Ny. IR, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.
Pasien nomor 100, an. Tn A, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram; Pasien nomor 228, an Tn. J, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
Pasien nomor 105, an. Tn. CAF, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram; Pasien nomor 165, an. Tn. DMP, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Pasien nomor 207, an. Tn. J, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Kerujuk, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 208, an. Tn. H, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Karang Desa, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 209, an. Tn. D, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Teres Genit, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 211, an. Tn. AM, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Lendang, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 212, an. Tn. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Lendang Bamben, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.
Pasien nomor 213, an. Tn. M, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 214, an. Tn. M, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
Pasien nomor 231, an Tn. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 232, an. Tn. S, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 253, an. Tn. LS, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara; Pasien nomor 254, an. Tn. F, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.
Pasien nomor 221, an. Tn. LRA, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah; Pasien nomor 222, an. Ny. NJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah; Pasien nomor 223, an. Tn. LS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.
Pasien nomor 224, an. Tn. MA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah; Pasien nomor 225, an. Tn. LR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah; Pasien nomor 256, an. Ny. IH, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah; Pasien nomor 340, an. Tn. R, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah.
Sedangkan pasien positif baru adalah pasien nomor 345, an. Ny. SS, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 309. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.
Pasien nomor 346, an. Ny. MW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 309. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.
Pasien nomor 347, an. An. MS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 309. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.
Pasien nomor 348, an. Ny. S, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 309. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.
Pasien nomor 349, an. Tn. IS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 55. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.
Pasien nomor 350, an. An. MA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik. (KB-03)


Kejaksaan dan Pemkot Bima Bahas Pendampingan Hukum Penggunaan Anggaran Covid-19

Permalink - Posted on 2020-05-13 15:11

Kota Bima, KB.- Pemerintah Kota Bima Bersaama Kejaksaan Negeri Bima, Pada hari Rabu (13/05/2020)  bertempat di ruang Rapat Kepala Kejaksaan Negeri Bima Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda Kota Bima mengadakan Rapat Pembahasan Pendampingan Hukum Pada Penggunaan Anggaran Covid-19. 

Rapat yang dihadiri Kepala Inspektorat Kota Bima Drs. Muhaimin,  Kepala Bappeda Kota Bima, Drs H. Fahrurronji, Kepala BPPKAD Kota Bima Drs. Zainuddin, Kepala Kejaksaan Negeri Bima Suroto, SH., MH, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Bima M.Ikhwanul Fiaturrahman, SH, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Bima Raka Buntasing. P, SH.,MHLi, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bima Ronal Thomas Mendrofa, SH, dan Kasi Barang Bukti (BB) Kejaksaan Negeri Bima Nurbadi Yunarko, SH, MH, itu menidaklanjuti MOU yang ditandatangi kedua belah pihak beberapa hari yang lalu terkait penggunaan anggaran Covid 19.

Kepala Inspektorat Drs. Muhaimin Kota Bima menyampaikan,  bahwa Pengawasan dilakukan oleh aparat penegak hukum dan APIP serta kegiatan penggunaan Anggaran Covid 19 dilakukan pendampingan hukum oleh JPN Kejaksaan Negeri Bima.

Kemudian Kepala Bappeda Kota Bima Drs H. Fahrurronji menjelaskan bahwa Bappeda telah selesaikan RAB Covid-19 Pemerintah Kota Bima sebesar Rp.30.000.000.000,- (tiga puluh meliar).
 "Semoga anggaran Covid-19 efektifitas dan efisien. Anggaran itu kita Pangkas habis belanja masing-masing OPD yang dipotong sampai 50%, dan sudah ada pencairan untuk digunakan pembagian masker dan lain-lain, Tahap I bagi Kelurahan dan Kecematan di Kota Bima," jelasnya.
" Anggaran Rp.30.000.000,- (tiga puluh meliar) itu tidak hanya untuk Covid-19 saja,  tapi juga untuk DBD, Malaria, Rabies dan lain-lain. 

Kasi Datun Kejaksaan Negeri Bima Raka Buntasing. P, SH.,MHLi berhapar agar pemerintah Kota Bima selalu berkoordinasi setiap saat dengan Kejaksaan Negeri Bima. "Kejaksaan Negeri Bima siap menerima laporan resmi dengan mengunakan media Whatsapp,"sebutnya. 

Sementara Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Bima, M.Ikhwanul Fiaturrahman, SH  mengharapkan adanya laporan pengunaan dari anggaran harus setiap dua minggu sekali yaitu pada minggu kedua dan keempat pada setiap bulannya.

"Bahwa setiap kegiatan yang berhubungan dengan anggaran Covid-19 kami harus dilibatkan,"tukasnya.

Kemudian Kepala Kejaksaan Negeri Bima Suroto, SH.MH mengajak semua pihak untuk menciptakan kerja sama yang baik dalam penanganan Anggaran Covid-19. Bahwa banyak juga dari masyarakat yang menyumbang secara pribadi untuk penanganan Covid-19.(KB-01)


Gubernur NTB Berikan Bantuan Bagi Mahasiswa NTT dan Papua

Permalink - Posted on 2020-05-13 15:07

Mataram, KB. – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik memberikan bantuan sosial kepada mahasiswa NTT yang kuliah di Mataram, Rabu (13/4).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan bantuan kepada mahasiswa NTT dan Papua.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Asrama Mahasiswa NTT dan diikuti oleh 292 mahasiswa. Berdasarkan data Dinsos NTB, bantuan yang diserahkan pada hari ini pun sama jumlahnya dengan mahasiswa yang ada, yakni 292 paket bantuan.

Gubernur NTB mengaku senang dapat bertatap muka dengan banyaknya mahasiswa NTT yang tengah mengenyam pendidikan di NTB. Ia mengajak para mahasiswa yang berasal dari sejumlah wilayah NTT itu untuk selalu bersyukur karena mampu menuntut ilmu keluar daerahnya, sehingga dapat memperoleh pengalaman yang begitu banyak.

’’NTB adalah rumah bagi semua orang. Pemerintah Provinsi NTB akan selalu siap melayani dan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi semua orang,’’ katanya.

Bantuan yang diberikan pada hari ini terasa begitu berarti bagi mahasiswa NTT. Mereka gembira karena begitu diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat di tempat mereka belajar. Hal tersebut diucapkan Manuel Wandikbo yang berasal dari Papua. Hal yang sama juga diungkapkan Jonatan, yang juga merupakan mahasiswa asal NTT. (KB-03)


Berdayakan UKM Daerah, Paket JPS Gemilang Tahap II Semua Serba Lokal

Permalink - Posted on 2020-05-13 14:30

Mataram, KB.- Mewujudkan gagasan ekonomi industri dalam Jaring Pengaman Sosial tahap kedua, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, memastikan seluruh isi paket dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang berisi produk-produk UKM lokal yang berasal dari kabupaten/kota se-NTB. Harapanya agar JPS yang disalurkan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat miskin dan terdampak Covid-19, namun dapat sekaligus membantu menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat agar tetap berdenyut.

Hal ini ditekankan Gubernur saat rapat koordinasi persiapan dan pemantapan penyaluran JPS Gemilang tahap II bersama Sekda, Asisten II dan beberapa kepala perangkat daerah terkait di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB (Selasa, 11/05/2020).

Fokus lainnya juga ditekankan pada upaya penyaluran dan distribusi yang lebih baik dari tahap pertama. Ketersediaan bahan-bahan pokok serta kelengkapan paket lainnya dipastikan siap sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Termasuk penguatan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota se-NTB, Gubernur menekankan agar terbangun komunikasi, koordinasi dan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota dalam proses pengadaan dan penyaluran JPS Gemilang.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur mencontohkan beberapa penyedia produk seperti beras atau bahan pokok lain dapat saja langsung dibeli dari daerah bersangkutan dan didistribusikan sebagai paket JPS Gemilang. Sehingga perlu ada koordinasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota untuk memudahkan distribusi maupun menginventarisir produk apa saja yang dihasilkan oleh UKM di setiap daerah yang dapat diserap sebagai bagian dari paket JPS Gemilang. 

“Dengan begitu kita akan punya peta industrialisasi kabupaten/kota penghasil produk tertentu untuk dapat dikembangkan. Tujuan utama JPS Gemilang selain pemberian bantuan sosial, juga bukan pada volume atau kuantitas produk yang diterima masyarakat, tetapi bagaimana agar semakin banyak UKM yang terlibat berpartisipasi untuk mengisi produk dalam paket JPS Gemilang ini, ini yang semakin baik. Maksimalkan dulu UKM lokal baru kemudian produk luar”, jelas Bang Zul. 

Ditegaskan Gubernur, dalam penyalurannya, JPS Gemilang tahap kedua harus menjawab kekurangan yang ada dalam tahap pertama. Untuk itu penyaluran JPS tahap kedua ini selain kualitas data penerima harus lebih baik, juga paket produk yang diterima benar-benar bersumber dari produk UKM lokal dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. 

Dari laporan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perindustrian dan Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Sosial serta beberapa perangkat daerah terkait, seluruh bahan pangan dan produk yang menjadi bagian dari paket JPS Gemilang telah siap sebelum penyaluran yang direncanakan pada 31 Mei ini. Demikian pula dengan data, seluruh penerima program JPS Gemilang akan masuk dalam SK Kepala Desa dan Lurah, sehingga dipastikan seluruh penerima bantuan telah diverifikasi dan divalidasi di tingkat desa dan kelurahan. 

Dengan persiapan yang semakin matang, Sekretaris, sehingga Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariyadi, M.Si., meyakinkan agar tahap kedua persiapan penyaluran JPS Gemilang harus lebih baik dari sebelumnya, walaupun waktu distribusinya diakhirkan. 

"Walaupun distribusi akhir bulan, tapi kita ingin memastikan semua kendala JPS tahap pertama tidak terulang,  baik data, tahap distribusi hingga Sembako, lebih baik," kata Sekda.

Kuota penerima JPS Gemilang tahap kedua sebanyak 125.000  KK. Beberapa bahan pokok yang dipastikan terdapat dalam paket JPS Gemilang, untuk Pulau Lombok diantaranya beras, abon ikan, minyak goreng kelapa, ikan kering serta masker dan suplemen. Sedangkan untuk Pulau Sumbawa diantaranya beras, abon ikan, ikan kering, garam, kue kering lokal serta masker dan suplemen. (KB-03)


GNE Tak Pernah Distribuskan Telur Rusak di JPS Gemilang

Permalink - Posted on 2020-05-13 14:28

Mataram, KB.- Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap I yang diinisiasi oleh Pemprov NTB hampir rampung. Setiap paket JPS Gemilang  berisi sembako senilai Rp. 250.000/KK, berupa beras kualitas premium 10 Kg, telur 20 butir, minyak goreng 1 liter serta paket masker dan suplemen (masker non medis 3 buah, susu kedelai/serbat jahe, minyak kayu putih/minyak cengkeh 10 ml, sabun cair 65 ml / sabun batang). Bantuan tersebut akan diberikan selama 3 bulan sejak April sampai dengan Juni 2020.

Samsul Hadi
PT. Gerbang NTB Emas (GNE) selaku penyedia yang ditunjuk oleh Gubernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi NTB, melaksanakan item pengadaan telur sebanyak 2.100.000 butir, yang diambil dari peternak se-NTB. Terkait dengan adanya informasi yang beredar bahwa  ada telur yang diterima dalam kondisi rusak atau busuk, PT.GNE memberikan klarifikasi yang intinya membantah  telah membagikan telur dalam keadaan busuk.

“PT Gerbang NTB Emas yang di tunjuk sebagai pelaksana penyedia kegiatan pengadaan telur tersebut, tidak benar telah mendistribusikan telur dalam keadaan pecah/rusak/busuk” tegas Direktur Utama PT. GNE Samsul Hadi dalam keterangan yang disampaikan Selasa malam (12/5)

Ia mengatakan, dalam penghimpunan telur dan pendistribusian dilakukan tiga tahap sortir atau pemeriksaan. "Pertama saat pembelian, kedua saat pemeriksaan resmi oleh petugas dari Dinas Sosial dan ketiga saat pendistribusian yang dilakukan secara bersama oleh pemberi (petugas dari GNE) dan penerima barang (Petugas kelurahan/desa). Jika ada kerusakan barang maka akan langsung diganti," kata Hadi.

Hadi melanjutkan, sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang diterima oleh PT GNE dari Dinas Sosial Provinsi bahwa tanggung jawab pengiriman barang dari penyedia dilakukan ke Kantor Desa/Kelurahan yang dibuktikan dengan berita acara serah terima yang di tanda tangani oleh Pihak Desa/Lurah.

“Jadi jika telur itu rusak atau sudah busuk, tidak mungkin penerima (Pemerintah Desa/lurah) mau menandatangani surat serah terima” ungkap Hadi.

Berita Acara Serah Terima (BAST) ditanda tangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat yang mewakili  setelah barang/telur  yang dikirim dinyatakan diterima dalam kondisi baik dan tidak rusak/busuk. Selanjutnya pendistribusian barang dilakukan oleh pihak Desa/Lurah. 

"Bila ada telur yang rusak/busuk karena ada proses gesekan atau terlalu lama berada disimpan setelah proses pengiriman dari penyedia ke Kantor Desa/Lurah maka itu diluar tanggung jawab PT.GNE," katanya.

Samsul Hadi menambahkan bahwa sebagai tanggung jawab moral bila ada kerusakan telur setelah pengiriman ke kantor Desa/Lurah maka PT GNE telah menyiapkan mekanisme penggantian telur bila terjadi kerusakan dengan langsung menghubungi petugas pengirim barang yang datang ketempat tersebut.

Terakhir Hadi mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah ikut mengawal program JPS Gemilang yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. "Bila mana ada kekurangan kami sebagai salah satu penyedia yang dipercaya pada JPS Gemilang periode I ini siap untuk saling mengkoreksi :sesuai dengan hukum yang berlaku di wilayah republik Indonesia termasuk bila ada laporan oleh para pihak yang tidak sesuai,"tutupnya. (KB-03)


Warga Mulai Disiplin, Kasus Positif Covid-19 di NTB Menurun

Permalink - Posted on 2020-05-12 15:49

Mataram, KB. – Seiring dengan peningkatan dispilin dan kekompakan masyarakat melaksanakan disiplin protokol pencegahan Covid-19, beberapa hari ini jumlah pasien yang sembuh terus meningkat. Sedangkan temuan kasus positif baru juga cenderung menurun.
“Jumlah pasien sembuh Covid-19 Selasa (12/5) kemarin ini tercatat 9 orang, sehingga total yang sembuh menjadi 126 orang atau 36,6 persen dari total jumlah kasus positif Covid-19 di NTB sebanyak 344 orang,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB yang juga Koordinator Bidang Humas Gugus Tugas Covid-19, Gde Putu Aryadi.
Mantan Irbansus Inspektorat NTB ini menyebutkan adanya kecenderungan melandai atau menurunnya jumlah kasus positif baru berdasarkan hasil pemeriksaan sampel/swab di tiga laboratorium di NTB, yakni Laboratorium Biomedik RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram dan Laboratorium STP di Sumbawa.
“Kemarin jumlah positif baru 5 kasus dan pasien sembuh sebanyak 9 orang,” terangnya seraya menegaskan bahwa Kota Mataram masih mendominasi temuan kasus positif baru tersebut.
Menurutnya, penurunan temuan kasus positif Covid-19 baru tersebut, selain karena petugas all out, juga karena sebagian besar warga NTB menunjukkan semangat disiplin dan taat melaksanakan protokol pencegahan Covid-19. Diantaranya selalu menggunakan masker, jaga jarak, lebih banyak dirumah dan sering mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir.
Berdasarkan pantauannya, Aryadi mengungkapkan dari kegiatan sosialisasi dan edukasi wajib menggunakan masker yang dilakukan di titik-titik keramaian oleh berbagai OPD pemerintah Provinsi dan Kota Mataram, bersama TNI, Polri dan Satpol PP sejak kemarin dan hari ini, sebagian besar masyarakat telah secara sadar menggunakan masker dalam aktivitasnya.
Namun ia juga tidak menampik masih ada ditemukan sebagian kecil dari warga masyarakat di pasar, lalu lintas di jalanan, di terminal dan tempat-tempat lainnya yang belum menggunakan masker.
“Tapi itu hanya sedikit saja, namun langsung diberikan masker dan diberikan pemahaman oleh petugas,” ujar Gde.
Ia kembali mengingatkan betapa pentingnya menggunakan masker bagi seluruh warga sebagai salah satu ikhtiar memutus penularan wabah Covid-19. Dengan status sebagai daerah dengan transmisi lokal terutama di Kota Mataram, Kabupaten Lombok barat dan Kabupaten Lombok Timur, maka sangat sulit untuk mendeteksi sumber atau carrier penularan Covid-19 dalam interaksi sosial sehari-hari.
Sehingga cara yang paling efektif, menurutnya selain menjaga pola hidup bersih dan sehat, selalu cuci tangan dengan sabun pada air mengalir serta saling menjaga jarak (physical distancing) adalah dengan selalu memakai masker dalam setiap aktivitas apapun di luar rumah.
“Maskermu melindungiku dan maskerku melindungimu,” tutupnya seraya mengajak seluruh warga untuk tetap menerapkan mematuhi instruksi Gubernur NTB tentang wajib menggunakan masker pada seluruh aktivitas warga. (KB-03)